Guntur Romli Harap 2 Pihak Introspeksi Ujaran Abu Janda menuju Natalius Pigai Dinilai Bukan Rasisme

Aktivis Nahdlatul Ulama (NU), Guntur Romli berharap baik Permadi Arya alias Abu Janda maupun Natalius Pigai saling introspeksi. Hal ini berkaitan dengan dilaporkannya cuitan Permadi Arya yang ditujukan kepada Natalius Pigai oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) karena dianggap rasisme. Menurut Guntur Romli, cuitan Permadi Arya yang memuat kata 'evolusi' untuk Natalius Pigai tidak berisi ujaran terhadap suku, agama, maupun kelompoknya.

"Kalau Natalius Pigai merasa terhina itu perasaan dia, tapi saya tidak setuju kalau ini dibawa ke soal rasisme." "Karena yang merasa dihina adalah pribadi Natalius Pigai bukan suku, bukan agamanya dan bukan kelompoknya, ini kalau mau dilihat dari kalimat yang ditulis Bung Permadi Arya," ungkapnya. Guntur Romli menegaskan dirinya sangat menolak tindakan atau ujaran rasisme.

"Saya menolak rasisme, melawan rasisme, tapi kalimat Permadi Arya ke Natalius Pigai itu bukan rasisme," ungkapnya. Guntur Romli menyebut, dalam kasus rasisme harus ada kutipan jelas menyerang ras dan suku seseorang. "Saya tidak setuju rasisme dan hinaan, tapi ucapan Permadi Arya dituduh rasisme itu berlebihan."

"Karena Natalius Pigai pun sering menyerang pribadi orang lain, bahkan secara jelas membawa suku orang lain," ungkap Guntur Romli. Diketahui sebelumnya KNPI melaporkan akun yang diduga milik Permadi Arya alias Abu Janda ke Bareskrim Polri, Kamis (28/1/2021). Dilansir Kompas.com , Permadi dilaporkan dengan dugaan ujaran rasialisme lewat akun Twitter nya terhadap mantan komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.

"Telah diterima laporan kami secara kooperatif dari pihak polisi bahwa kami telah melaporkan akun Twitter @permadiaktivis1 yang diduga dimiliki saudara Permadi alias Abu Janda," kata Ketua bidang Hukum KNPI, Medya Riszha Lubis di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Kamis. "Yang kami laporkan adalah dugaan adanya ujaran kebencian dengan memakai SARA dalam tweet nya tanggal 2 Januari tahun 2021 yang menyebut, kau @nataliuspigai2 apa kapasitas kau, sudah selesai evolusi kau," sambungnya. Medya mengungkapkan, kata 'evolusi' dalam cuitan tersebut yang membuat mereka melaporkan akun itu.

KNPI menilai akun tersebut diduga telah menyebarkan ujaran kebencian. "Dengan adanya kata kata evolusi tersebut sudah jelas maksud dan tujuannya bukan sengaja nge tweet tapi tujuannya menghina bentuk fisik dari adik adik kita ini yang satu wilayah dengan Natalius Pigai," ujarnya. Adapun laporan itu terdaftar dengan nomor LP/B/0052/I/2021/Bareskrim tertanggal Kamis 28 Januari 2021.

Medya menyebut cuitan tersebut sudah dihapus oleh Permadi. Namun, KNPI memiliki tangkapan layar atas cuitan tersebut yang dijadikan sebagai barang bukti. Adapun cuitan Permadi ditulis sebagai respons kritik kepada Natalius Pigai yang berkomentar kepada mantan Kepala BIN Hendropriyono dalam salah satu berita nasional.

Permadi mempertanyakan balik kapasitas Pigai dalam cuitannya tersebut. "Kapasitas Jenderal Hendropriyono: Mantan Kepala BIN, Mantan Direktur Bais, Mantan Menteri Transmigrasi, Profesor Filsafat Ilmu Intelijen, Berjasa di Berbagai Operasi militer. Kau @NataliusPigai2 apa kapasitas kau? Sudah selesai evolusi belum kau?," cuit Permadi dalam tangkapan layar akun @permadiaktivis1, Sabtu (2/1/2021).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.